Minggu, 03 November 2013

JURNAL INFORMASI, PERPAIAKAN, AKUNTANSI DAN KEUANGAN PUOUK Vol. 3, No. 1, Amon 2008
Hot. 15 - 27
PERAMALAN PERUSAHAAN PERUSAHAAN TARGET TAKE OVER
DENGAN PENDEKATAN TOBIN'S Q DAN ANALISIS DISICRIMINAN DI
PASAR MODAL INDONESIA TAHUN 2005
Hotman T Pohan
Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti
ABSTRACT
This research is designed to examine Tobin'Q Model and Discrimirnant Anal,ysis for implelernentating in take over process or aquisition. We want to get empirical evidence the application of the Tobin'Q Model and Discriminant Analysis models in take over process in Jakarta Stock Exchange during 2005.
The result of this research are ROE has significant differenctiation at level 0.05 so this ratio to be paid attention, in level 0,01 DIE is significant, but PER is not significant. Discriminrant Model that resulted ofthe research is Z= -0,036 + 0,22 ROE, and the model could use as guidance for aquisition.
Keywords: Take over; Tobin'Q, Discrimiant analysis, Acquisition.
I. Pendahuluan
Perkembangan dunia bisnis yang semakin mengglobal menjadikan persaingan bisnis yang semaldn ketat. Perusahaan dewasa ini tidak hanya berlomba untuk melakukan effisiensi dalam mengelola asset perusahaannya dan memperbesar pangsa pasar yang dimilikinya tetapi juga dengan melakukan berbagai macam cam ,yaitu dengan melakukan pengembangan berorientasi ke dalam (internal development), yang mencakup efisiensi produksi, peningkatan mutu dan sabagainya, juga melakukan pengembangan mutu keluar(eksternal development) seperti melakukan takeover,merger.Setiap perusahaan bertujuan untuk memaksimumkan nilai perusahaannya . Takeover merupakan salah satu care bagi perusahaan untuk melakukan pengembangan usaha ,oleh karena itu takeover hares menghasilkan keuntungan yang dapat dirasakan bagi semua yang berkepentingan terhadap perusahaan, khususnya pemegang saham.
Umumnya, perusahaan yang menjadi target takeover adalah perusahaan yang sedang mengalami kemerosotan atau perusahaan dalam kondisi relatip lemah.Keadaan seperti ini membuat harga pasar saham perusahaan tersebut semakin lemah ,bahkan dapat lebih lemah dari nilai perusahaan yang sewajarnya .Saham dengan kriteria seperti inilah yang menjadi incaran perusahaan perusahaan yang ingin melakukan takeover terhadap perusahaan lain melalui pasar modal.Pengambil alihan biasanya dilakukan dengan membeli saham perusahaan target untuk mengambil aIih kontrol terhadap perusahaan yang menjadi target take over tersebut. Hargapasar saham atau market value of stock tidak dapat dijadikan patokan atau tolak ukur untuk menilai suatu perusahaan,karena harga tersebut dipengaruhi banyak faktor .Analis keuangan dan peneliti telah banyak melakukan penelitian mengenai kemungkinan kclayakan takeover terhadap perusahaan-perusahaan


target, dari sifat-sifat perusahaan yang Aran di take over sampai kepada ukuran kinetja perusahaan-perusahaan target tersebut.
Salah satu model penilaian investasi yang banyak dikaji dikembangkan dan oleh peneliti adalah model yang pertama kali dirumuskan oleh James Tobin yang terkenal dengan nama Tobin's Q model ,dimana dirumuskan bahwa perusahaan-perusahaan yang layak untuk ditakeover adalah yang mempunyai nilai Q < 1 yaitu undervalue,sedangkan yang mempunyai nilai Q > 1 tidak layak di takeover karena overvalue.Dalam hat Tobin's Q telah mengkatagorikan perusahaan-perusahaan menjadi 2 golongan yaitu layak takeover dan tak layak.. Dal am hal ini penulis mempunyai pemikiran untuk mengadakan penelitian terhadap perumusan Tobin's Q dengan melakukan analisa diskriminan terhadap kemungkinan takeover tersebut. 1Csenija Dencic-Mihajlov, Ognjen Radovic(2006) dalam penelitian mereka mendaftar para peneliti keuangan yang memakai analisis diskriminan, logit dan probit untuk menilai target takeover,akan tetapi ada diantara peneliti yang menolak penggunaan analisa logit dan analisa diskriminan dengan alasan asumsi-assumsi tebnik ini tidak tepat untuk masalab takeover(Kim-Henderson,1993-hal 9).
2. Kerangka Teoritis dan Pengembangan Hipotesis
2.1. Konsep A1E1.18151
Defenisi akuisisi oleh IAI dalam PSAK no 22 tahun 1995 sebagai berikut:
Akuisisi adalah penggabungan usaha dimana salah satu perusahaan yaitu pengakuisiskacquiser) memperoleh kendali atas aktiva netto dan operasi perusahaan yang diakuisisi (acquiree),dengan memberikan aktiva tertentu ,mengakui suatu kewajiban,atau mengeluarkan saham.
Dan terminologi diatas dapat dinyatakan bahwa akuisisi merupakan pengambil alihan seluruh atau sebagian dari perusahaan lain sehingga perusahaan yang mengarnbil alih memeiliki hak kontrol atas perusahaan yang diambil alih
Istilah akuisisi ini sexing digunakan untuk menggambarkan suatu transaksi jual bell perusahaan yang terjadi antara pembeli dan penjual yang memiliki kebebasan untuk menentukan harga ,dimana si pembeli menghendaki sebagian atau seluruh aktiva yang dimiliki oleh si penjual tersebut,namun kadang kala ada pihak yang menggunakan istilah "takeover" untuk tujuan dan maksud yang sama seperti akuisisi yang dinyatakan diatasIstilah takeover digunakan untuk menggarnbarkan apabila dalam transaksi jual-befi pihak penjual bertindak sebagai partisipan yang tidak bebas dalam penetuan harga ,umumnya penjual berada pada posisi yang lernah.Kecendemngan ini mempunyai relevansi dengan alasan atau latar belakang pihak penjual menawarkan perusahaannya ,seperti alasan kesulitan tikuiditas ,beban hutang,kerugian yangdialami dan sebagainy a.
Bentuk akuisisi dapat dibedakan menjadi 3 bentuk akuisisi yaitu :
1)      Akuisisi asset merupakan suatu transaksi pembelian atau pengambilalihan perusahaan dengan tujuan untuk mendapatkan sebagian atau seluruh aktivaperusahan target.Pengambil alihan aktiva tersebut direalisasikan melalui instrumen khusus untuk tiap aktiva perusahaan. sedangkan kewajiban perusahaan tidak dialihkan kepada pembeli dan dapat dialihkan juika tidak adapersetujuan dalam kontrak.
2)      Akuisisi saham adalah suatu transaksi pembelian sebagian atau seluruh saham perusahaan target .Proses akuisisi saham ini bukanlah hal yang mudah dan cukup menyita waktu apabila perusahaan penjual merupakan perusahaan publik yang dimiliki oleh ba.nyak orang
3)      Merger merupakan kombinasi antara dua perusahaan atau lebih sesuai dengan ketentuan yangdisyaratkan dalam undang-undang.Konsekwensi dari merger ini


adalah salah satu dari perusahaan secara hukum masih tetap berdiri,sedanglcan perusahaan lainnya hams dilikwidasi.Perusahaan yang dipertahankan tersebut tidak hanya mewarisi aktiva dan kewajiban sendiri tetapi juga mewarisi aktiva dan kewajiban perusahaan yang dilikwidasi .Sedangkan Konsolidasi adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih yang tunduk pada undang-undang ,dimana akan timbut suatu perusahaan barn akibat dari adanya kombinasi atau pengabungan tersebut.
2.2. Konsep dan Perhitungan Tobin's Q.
James Tobin,ekonom peraih Nobel telah merumuskan teori investasi yaitu tarif investaskrate of investment) dengan pendekatan Neraca ,dimana harga pasar saham atau market value of a firm dibandingkan dengan nilai asset yang didasarkan pada replacement cost &wrong clangor' ulang,rasio ini terkenal nama Tobin's Q atau Q rasio .Dalam jangka panjang menurut pandangan teori ini Q rasio akan menuju kearah 1 yang disebut Equilibrium,tapi dalam kenyataannya dalam jangka panjang rasio ini berbeda secara signifikan dari 1 .Bila nilai Q suatu perusahaan lebih dari satu ,hal ini akan menstimulasi investasi ,sebaliknya bila nilai Q dibawah satu akan mengurangi investasi .(Kim-Henderson,1993) mengutip penelitian-penelitianterdahulunya menuturkan bahwa rasio Q dapat dipakai untuk
monopoli perusahaan dan struktur pasar, dan jugs untuk menilai kesempatan akuisisi.Rasio Tobin's Q ini disebut sebagai salah sate alternatipe jenis raio yang menggunakan pendekatan harga pasar dengan nilai buku perusahaan (price to book value ratio(,P/Bv ratio) seperti yang dikemukakan oleh (Damodaran,1996: hal 334).Perbedaan yang jelas antara rasio Q dengan ruin P/BV adalah rasio Q mendiskripsikan seluruh perusahaan (total hutang ditambah Modal) dan bukan hanya dan sisi ekuitas Baja seperti menghitung PfBV.
(Kim-Henderson, 1993), memaparkan bahwa secara teoritis Tobin's Marginal Q berhubungan dengan tarif investasi suatu perusahaan ,tetapi pengukuran tangsung tarhadap Tobin's marginal Q tidaklah mungkin dilakukan.Untuk hal tersebut diusulkan Tobin's average Q sebagai proxi untuk marginal Q,penggunaan average Q dalam menerangkan investasi telah didukung oleh Tobin sendiri ,dan penggunaan average Q telah banyak dipakai dalam studi pekerjaan empiris .(Chung &Pruitt, 1994)mengusulkan suatu rumus sederhana untuk Tobin's Q yang disebut approksimasisasi Q yaitu:
Approksimaskad Q (MVE + PS + Debt)/TA
Keterangan :
MVE : harga pasar saham perusahaan dikali jumlah saham yang beredar, PS              : nilai likwidasi saham preferen,
Debt : jumlah nilai buku hutang jangka pendek,hutang jangka panjang dan hutang lain-lain.
TA    : nilai buku total asset perusahaan yang dianggap sama dengan nilai
pengganuannya,
Nilai buku utang jangka panjang hams dihitung berdasarkan informasi atau catatan laporan keuangan,nilai buku utang jangka panjang diasumsikan sama dengan nilai pasamya sedangkan disebutkan diatas menghitung rumus Tobin's Q original tidaklah mudah,karena Tobin mendasarkan penilaian asset berdasarkan replacement cost (nilai penggantian ) untuk menilai asset penisahaan, sedangkan approksimasisasi Q secara sederhana dapat dihitung dengan menggunakan informasi dari laporan keuangan atau Neraca.


Replacement value atau replacement cost didefinisikan sebagai uang yang dikeluarkan untuk membeli kapasitas produksi sekarang dari pemsahaan dengan minimum cost dan dengan tehnologi modem yang tersedia, dari pernyataan di atas dapat dinyatakan bahwa, nilai penggantian asset adalah nilai yang dapat mewakili nilai asset yang disesuaikan dengan perkembangan jaman dan harp yang berlaku. Pada praktiknya nilai ini sangat sulit ditentukan karena begitu banyak asset yang dimiliki perusahaan dan sangat sulit menentukan nilai penggantian untuk asset dengan fungsi serupa ,untuk mengatasi hal tersebut banyak ahli ekonomi dan keuangan dalam prakteknya menggunakan nilai buku dari asset sebagai penganti replacement value.
2.3. Penelitian Sebehnnnya
Monroe dan Simkowits(1971) yang dalam penelitiannya menggunakan analisa diskriminan menemukan bahwa perusahaan target pada umtunnya memiliki WE rasio yang rendah, deviden Pay out rasio yang keen ,dan pertumbuhan modal juga rendah.' Kim ICeeho,Glenn V,Renderson, ir,Sharon Hatten Garrisons(1993) meneliti mengenai Tobin's Q yang berbeda secara signifikan antara perusahaan dalam lingkungan target dengan pentsahaan yang mengambil alrb dengan memasukkan perusahaan yang tidak ditakeover sebagai pengendali(control Firm).Michael E.Solt dan Meir Statman(1994) menyimpulkan dari penelitian merelca bahwa terdapat hubungan yang positip antara Tobin's Q dengan nilai pasar modal perusahaan(market value of equity) dan hubungan positip antara Tobin's Q dengan price earning ratio(P/E).
Sedangkan Kee H.Chung dan Stephen w.Pruitt(1994) menyimpulkan dalam hash penelitian mereka bahwa rinnusTobin's Q dapat diapproximasisasi dengan rums :
Approximate q (MVE+ PS+ DEBT)/TA,yaitu MVE adalah market value at au lcapitalisasi saham perusahaan ,PS adalah saham prefaren yang beredar.Debt adalah total hutang perusahaan,TA adalah total asset.Dengan demikian kesulitan untuk menghitung nilai replacement cost untuk asset peruhian dapat diatasi dengan mengambil angica-anIca Bari Itasca saja. Ksesuja Davie- Mihajlov,Ognien Rwkwie(2006) dalam penelitian merdca mendaftar pars peneliti keuangan yang manalcai tehnik statistik analisa dialniminan(DA)„logit,probit,general least square(GLS),dan menemulcmi paling banyak dan &mina adalah tehnik analisa diskisninan clan !ask untukmenilai targettakeover.
2.4. Korsigkit Poirikirso
Text Box:  Text Box: I dawn variable p:mbeda It0E,DiE I
ADAIR Diwridirmat
Mensantau toilet like aver deopal
meowing= ratio Tahiti's Q


Menurut teori Tobin's Q perusahaan yang dapat dijadikan sebagai target take over atau target akuisisi adalah perusahaan yang mempunyai kriteria nilai Tobin's Q dibawah 1 Sedangkan nilai diatas 1 bukan target take over .Tobin's Q dihitung berdasarkan atas market value perusahaan di bagi dengan total aktiva perusahaan .Market value perusahaan dihitung berdasarkan harga pasar saham tersebut atau Market Value of Stock ditambah dengan nilai buku dari hutang jangka panjang ,hutang jangka pendek,dan hutang perusahaan lainnya,sedangkan total aktiva perusahaan di hitting berdasarkan nilai buku dari seluruh aktiva perusahaan Setelah membedakan perusahaan antara target take over dengan bukan target take over (nilai 1 untuk target,dan nilai 0 untuk bukan target) lalu dianalisa dengan analisa discriminant dengan memasukkan variable Return on equity,Total Debt to Asset,dan Price Earning Ratio . Hasil analisa discriminant mengasilkan Z Score ,maka itulah hasil penelitian ini yang membedakan target yang layak dan target yang tak layak
Hipotesis Penelitian
Hal : Terdapat perbedaan rata-rata antara variable D/E,R0E,PER,untuk tiap kclompok ktyakdan talc layak
Hat : Terdapat multikollineritas antara variable D/E,R0E, PER,untuk tiap kelompok
Hai : Variable D/E,R0E, PER dapat menjelaskan secara nyata perbedaan antara katagori layak target takeover dengankatagori tidak layak target takeover
3. Metodologi Penelitian
3.1. Rancangan Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptip dengan menggunakan analisa kuantitatip dan analisa statistik discriminant,dengan metode tersebut diharapkan didapat model yang menggambarkan secara sistematis dan alcurat mengenai perusahaan-perusahaan yang layak atau tak layak di take over.
3.2. Variable dan Pengukurannya
Variable-variable yang digunakan dalatn penelitian ini adalah :
Variable Dependen                  nilai Tobin's Q berupa variable katagori yang bernilai
lebih kecil dari 1 untuk layak target takeover diberi simbol 1,dan lebih besar dari I yang tidak layak target takeover diberi simbol 0,dimana untuk mendapatkan nilai Q tersebut dihitung terlebih dahulu dengan nnnus Tobin'Q yang sudah di Approximasisasi (Kee H.Chung, Stephen W.Pruin,1994),yang elemen-elemen adalah sebagai berikut:
·           Harga pasar saham perusahaan ,dalam satuan rasio
·           Nilai hutang perusahaan ,dalam satuan rasio
·           Harga pasar perusahan ,dalam satuan rasio
·           Nilai Perusahaan diukur dengan rasio Tobin's Q,dalam satuan rasio
Variable Independen :
·           Total 'Debt To Equity ,perbandingan total hutang dengan total modal ,dalam satuan rasio.
·           Return to Equty,Perbandingan antara Net Income dengan total modal ,dalam satuan rasio
·           Price Earning Ratio,perbandingan antara Harga saham di pasar dengan earning (net income) dengan satuan rasio.


3.3. Defenisi Operasional Variabel.
Defenisi operasional variable terdiri dari:
1.               Total harga pasar saham adalah harga saham yang berlaku di pasar sekunder sekuritas pada alchir penutupan perdagangan pada saat yang ditetapkan di kali dengan jumlah saham yang beredar atau disebut jugs Market Capitalizations.
2.               Nilai hutang perusahaan adalah nilai yang dihitung berdasrkan nilai buku hutang jangka pendek ditambah nilai hutang jangka panjang dan nilai buku hutang I ainnya.
3.               Harp pasar perusahaan adalah harga yang dihitung berdasarkan harga pasar saham dan nilai hutang perusahaan .
4.               Nilai Perusahaan adalah nilai perusahaan yang dinyatakan dalam satuan keuangan yang mencerminkan harga perusahaan seharusnya dengan asumsi bila terjadi likuidasi.Dalam penelitian ini ,nilai perusahaan ini dihitung dengan menggunakan rasio Tobin's Q.
5.               Total Debt to Total Equty,adalah rasio perbandingan antara Total hutang dengan Total Stockholder's Equity.Hal ini menunjukkan seberapa besar jumlah modal asing (Utang) dibandingkan modal sendiri dalam membiayai pentsahaan.
6.               Return on Equity,adalah rasio antara Net income dengan Total Stockholder's Equity, hal ini menunjukkan seberapa besar hasil yang diperoleh perusahaan dibandingkan dengan sttmber modal sendiri
7.               Price Earning Rasio,adalah rasio antara Harga pasar saham dengan earning (net income),dapat juga diartikan sebagai tingkat kembalian dalam waktu (pay back).
3.4. Tehnik Pengumpulan Data.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan data sekunder .yaitu data yang akan penulis peroleh dari hasil publikasi laporan keuangan perusahaan yang diteliti,baik yang berasal dari perusahaan sendiri maupun yang berasal dari institusi lain clan harga saham perusahaan yang dipublikasi oleh Bursa Efek Jakarta maupun biro riset lainnya.Data perusahaan berupa pengambilan sample perusahaan secara purposive yang terclaftar di BEJ pada akhir tahun 2005 sejumlah 60 perusahaan ,dari 60 perusahaan tersebut dihitung rasio Q nya ,laic di klassifikasi menjadi dua bagian yaitu yang lebih besar dari satu clan yang lebih kecil dari satu .
3.5. Metode Analisa Data.
Langicah-langkah ataupun tahapazt-tahapan yang digunakan untuk menganalisa data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
I . Menghitung harga pasar saham yang bereclar(kapitalisasi pasar):
MARKET KAPITALISASI HPS X JS
HPS = Harga pasar saham
JS        Jumlah sahatnyang beredar2. Menghitung harga pasar hutang perusahaan :
2. Menghitung harga pasar hutang perusahaan
NILAI BLIKU HUTANG (BY of DEBT) = ST + LT+ OL
ST -= Short Term Liabilities LT = Long Term Liabilities OL = Other Liabilties,bila ada


3.                                                  Menghitung harga pasar perusahaan MV of Firm = MV of Stock + BV of Debt
MV of Firm = Market value perusahaan MV of Stock — Market value saham
BV of DEbt             Nilai buku hutang perusahaan.
4.                                                  Menghitung nilai perusahaan-perusahaan dengan Rumus Tobin's Q:
MV
TOBIN'S Q
TA
MV = Harga pasar perusahaan
TA — Total Asset perusahaan .
5.  Menghitung rasio Total debt to Equty: LEVERAGE —
6.   Menghitung rasio Return dengan Equity :
TOTAL DEBT
EQUITY

INCOME
ROE
EQUITY
7.  Analisa data statistik diskriptip rata-rata,standar deviasi,varian. covarian. termasuk uji normalitas data,uji rnulticollinearitas untuk variable independen,dengan bantuan program SPSS.
8.  Menghitung dan menganalisis Discriminant dengan bantuan program SPSS,utuk mencari model Discriminant dengan nilai Score Z yang layak yaitu:
Z— b0 blD/A + b2ROE + b3PER
9.  Menguji model yang didapat dengan memasukkan angka-angka variable pembeda(ROE,DIE,PER) perusahaan yang telah ditake over kedalam model untuk menguji ketepatan klassifikasi dan peramalan.
3.6. Analisis Diskriminan
Analisis diskriminan adalah tehnik statistik multivariat' ditemukan oleh Fisher pada 1936: (William R.Dillon,Matthew Goldstein 1984:hal 360 - 364. Tujuan metode ini adalah untuk menetapkan kombinasi linear dari variable-variable hebas yang dike lompokkan dalam dua kategori (two group model) atau lebih (multiple group model) yang membcdakan atau mendiskriminankan terbaik kedua atau lebih keloinpok variable- variable ini.Analisa diskriminan hampir mirip dengan regressi berganda ,dimana analisa berganda mencoba untuk meinprediksi nilai dari suatu variable skala kontinu variable


terikat(dependent variable) berdasarkan nilai-nilai dari seperangkat variable bebas(independent variable).Variable bebasnya bisa kontinu atau bisa kualitatip, sedangkan anlisa diskriminan mencoba membuat suatu persamaan yang akan menolong dalam memprediksi nilai variable terikat berdasarkan nilai-nilai dari seperangkat variable bebas,dimana variable terikatnya adalah kualitatip.Seperti metode-metode dalam analisa yang lain, maka pada analisa diskriminan ini terdapat beberapa assumsi yaitu:
·  Masing-masing variable bebas berasal dari univariat atau multivariat distribusi normal.
·  Matrik Varian - Covarian setiap variable bebas dari rasing-rasing kelompok adalah sama ,sedangkan rata-rata(mean) dari setiap variable bebas masing­masing kelompok berbeda.
·  Tidak ada multicollinearitas antara variable bebas
Langkah-langkalt penggunaan analisa diskriminan
I Membangun fungsi diskriminan, bentuk umum persamaan diskriminan adalah sebagai berikut:
D= b0 + b 1 xl + b2x2 ...... + bnxn
Keterangan:
D adalah Score, b0 adalah konstanta ,b1,b2,bn adalah bobot dishiminan
Langkah awal dalam membangun fungsi diskriminan adalah menentukan variable- variable mane raja yang merupakan prediktor terbaik untuk mendiskriminankan antara dua kelompok atau lebih.Pada tahap ini uji statistik F, Mks Lambda digunakan untuk menentukan variable-variable bebas yang akan digunakan dan juga untuk menguji perbedan meart(rata-rata) antara kelompok.Setelah semua variable-variale yang ada diuji ,maka diperoleh koefisien koefisien yang menggambarkan fungsi klassifikasi yaitu fungsi diskriminan linear Fisher.
2.  Menentukan Cut of point untuk fungsi diskriminan.
Setelah persamaan diskriminan diperoleh, langkah selanjutnya adalah menentukan cut off point (cutting score) yang dapat mendiskrinankan kedua kelompok dengan balk Kemudian score diskriminan masing-masing perusa.haan dibandingkan dengan cut off point.
3.  Menguji ketnampuanprediksi model diskriminan pada sample yang valid. Langkah yang terakhir adalah menguji keakuratan persaman diskriminan dengan mengevaluasi tingkat keberhasilannya ketika fungsi tersebut diaplikasikan pada kasus­kasus dengan keanggotaan kelompok yang diketahui
4.    Hasil dan Pembahasan.
4.1. Analisis Diskriminan
Test of Equality group means dari variable bebas D/E.R0E,PER.Dari Tabel 1 dapat di ketahui bahwa Wilk Lambda berkisar antara 4 s/d 1,dimana untuk rata rata variable tersebut angka hampir mendekati 1, berarti kelompok variable T.0 dan BTO cenderung mendekati sama ,akan tetapi dari Angka Signifikansi (Sig),semua variable tersebut dapat dimasukkan untuk diolah lebih lanjut karena cenderung berbeda antara TO dan BTO.


Taint I
Test of Equality of Group Means


Mks!
Lambda
F
dfl
dr2
Sift.
ROE
.875
6.423
1
45
.015
DIE
.924
3.706
1
45
.061
PER
.998
.075
1
45
.786

Selanjutnya dari basil pengolahan yang terlihat pada tabel 1 diketahui variable ROE memiliki signifikansi 0.015 lebih kecil dari 0.05,maka HO di tolak ,Hal diterima artinya variable ROE tersebut berpengaruh terhadap kepetusan Layak atau tidak layak untuk diakuisisi.
Sedangkan untuk Variable DIE memiliki signifikansi 0.061 lebih kecil dibandingkan dengan tingkat kesalahan 10%,bal ini juga berarti bahwa variable DIE tersebut memberikan pengaruh kepada keputusan akuisisi pada tigkat kesalahan 10%.
Sedangkan Variable PER tidak sign i fikan berpengaruh terhadap kepetusan untuk akuisisi karena memiliki signifikansi 0.786 lebih besar dari tingkat kesalahan.
Setelah semua diskriminator yang signifikan dimasukkan dalam estimasi fungsi discriminant dengan menggunkan Stepwise(lihat tabel 2),rnalca didapat HANYA SATU RASIO SAJA, yaitu rasio ROE yang dimasukkan dalam model dan merupakan benar­benar variable pembeda(discriminator) yang signi fikan atas dasar WILK LAMBDA.
F Value untuk variable ROE sebesar 6,423 lebih besar dari F tabel 2.01 atau p value 0.015 lebih kecil dari alpha 0,05
Tabel 2
Variables Enteredifternoved"cd

Step
 Entered


ince Lambda

Static
d11

d12

d13

Exact F
Statistic
ell

d12

1
ROE
.875

1

1
45.000
6.423

1
45.000
.015

At each step, the variable that minimizes the overall Wilks' Lambda is entered.
a.  Maximum number of steps is 6
b.  Minimum partial F to enter is 3.84
c.  Maximum partial F to remove is 2.71
d.  F level, tolerance, or Vin insufficient for further computation.
Tabel 2 menyajikan basil olahan SPSS alas analisa diskriminan tersebut secara keseluruhan persamaan atau model diskriminan yang terbentuk dengan satu variable independen(ROE) yang signifikansi berpengaruh pada tingkat kesalahan 5 % sebagai
berikut:
Z = -0,036 + 0,022 ROE


Tabel 3
Was' Lambda

Test of Function(s)
YAW
Lambda
Chi-square
df
Sig.
_
1
.875
5.938
1
.015

Tabel 4
Spankw

Function
Eigerivatue
% of Variance
Cumulative %
Canonical
Correlation

.1434
100.0
100.0
.353

a. First 1 canonical discnant functions were used in the analysis.
Tabel 5
Standardized Canonical Discriminant Function Coefficients
Function
ROE             1.000
Tabel 6
Canonical Discriminant Function Coefficients


I.             Function I
1

ROE
.022
(Constant)
-.036

Unstandardized coefficients
Canonical Correlation mengukur keeratan hubungan antara diskriminan skore dengan kelompok dimana di tunjukan dengan angka 0,353 atau( 0,353 kwadrat= 12,46%) dAn dengan tingkat signifikansi 0,015 untuk variable ROE, ini berarti 12,46% dalam 4riahle dependen (kelayakan akuisisisi) di hitung untuk dijelaskan oleh model yang niencakup hanya satu rasio keuanpan raja yaitu Return on Equity(ROE).


Tabel 7
Structure Matrix


Function

1
ROE
1.000
DTEa
-.692
PERa
170

Pooled within-groups correlations between discriminating variables and standardized canonical discriminant functions
Variables ordered by absolute size of correlation within function a. This variable not used in the analysis
Untuk test keakuratan peramalan,di analisa berdasarkan Group Centroid yang akan memasukkan individual sample masuk ke layak dengan angka< -0,278( < - 0,278) atau tidak layak dengan angka 0,491(> 0,491) (tabel 8) yaitu dan individual discriminant 'Unction untuk mendapatkan score masing-masing individual sample.
Tabel 8
Functions
at Group Centroids
Function
Kelayakan
Tidak Layak               .491
Layak                        -.278
a
Unstandardized canonical discriminant
functions evaluated at group means
Selanjutriya keakuratan prediksi analisis sample dihitung analisa diskriminan dengan mempresentasikan pada tabel 9 [( 14 + 15 )]/47 = 61,7%.dengan demikian terdapat ketepatan yang cuk up tinggi.
Classification Result'


Kelayakan
Predicted Group
Membership
Total
Tidak Layak
Layak
Original
Count
Tidak Layak Layak
14
15
3
15
17
30
ok
Tidak Layak Layak
82.4
50.0
17.6
50.0
100.0
100.0

a. 61.7% of original grouped cases correctly classified.


Text Box: •   •••n•n=.1
  

lIji Model Post
Akuisisi den gan memasukkan angka ROE tahun 2004/2005, untuk 12 perusahaan.

BAT lridnnesia
-0,1376
Layak
2
Ansuransi Bina Dana Artha
0,1378
Layak
3
Sampurna
-1,1817
Layak
4
Cahaya Kalhar
0,2293
Layak
5
Bank NISP
-0,2652
Layak
6
Bank Artha Graha
-0,1286
Layak
7
Sarasa Nugraha
0,6021
Tidak Iayak
8
Charoen PhokPan
0,6479
Tidak Iayak
9
10
Unilever
-1,4939
Layak
Lippo is:a ras. act
-0,3292
Layak
Tidal( Layak
11
Hanson Energi
-0,0543
12
London Sumatra
-0,7316
Layak

Dari 12 sampel hold our (post akuisis') terdapat 3 sampel perusahaan yang tidak layak (25%), sisanya 9 sampel perusahaan (75%) layak.
5. Simpulan, Keterbatasan, dan Implikasi.
5.1. Simpu Ian
1.       Berdasarkan basil pengujian hipotet,is menunjukkan batn,; a secara signifikan yang berbeda hanya ROE pada level 0,05 ini berarti variabel ROE menjadi perhatian utama; D/E pada level 0,10,dan PER tidak berbeda, hal tersebut konsisten dengan penelitian sebelumnya yaitu terdapat hubungan antara rasio Tobin Q dengan Equity (Return on Equity) perusahaan, akan tatapi tidak konsisten dengan PER.
2.       Model yang dihasilkan oleh analisa diskriminan 2 — -0,036 0,22 ROE, model ini dapat digunakan sebagai suatu am= untuk kelayakan akuisisi dengan rnempertimbangkan(melonggarkan) asumsiasumsi yang mendasarinya dan melihat aspek-aspek lainnya. namun bel utn dapat digeneralisasi.
5.2. Keterbatasan
1.       Sample tidak seimbang antara LAYAK T.0 dengan yang TIDAK LAYAK(30 untuk layak ,Q <1) dan (17 untuk yang layak Q >1) dan dart tehnik dan jumlah sample juga terbatas.
2.    Sample variabel independen tidak semua berdistribusi Normal(hanya PE yang berdistribusi normal ),yang merupakan syarat penting dalarn analisa Diskriminan
3.       Variahel pembeda hanya 3 ,pada penelitian berikutnya dleari variable pembeda tambahan , hendaknya diperbanyak sampai 10 variable minimal,agar jika terjadi ada yang tidak mementilli .maka tidak kekurangan variable pembeda
5.3. Im p!ikasi
1. Berdasarkan basil penelitian ini, diharapkan dapat menjadi pertitnbangan bahwa Rasio Tobin Q digabungkan dengan analisis diskriminan dapat menjadi rnasukan untuk akuisisi di sallying informasi lainnya .tentu dengan mcningkatkan kualitas basil penelitian tersebut


2. Temuan yang perlu mendapat perhatian dalam penelitian ini adalah bahwa menurut rumus Tobin Q Yang layak untuk di akuisisi adalah yang memiliki Q< 1, sedangkan Q > 1 tidak layak untuk di akuisisi, tetapi setelah digabungkan dengan analisis diskriminan rumus tersebut tidak dapat lagi dijadikan acuan primer untuk keputusan akuisisi suatu perusahaan, artinya Q > 1 pun dapat diakuisisi yang bermakna perusahaan-perusahaan dengan kinerja balk dan mempunyai harga saham yang tinggi di bursa, layak juga di akuisisi tentu dengan cost yang lebih tinggi dibanding dengan perusahaan yang memang tidak memiliki kinerja yang balk ,ha.1 ini dapat dilihat dari akuisisi P.T.Sampurna Tbk(2004/05),P.T.Unilever(2004/05), dan, P.T.London Sumatra(Lonsum) tahun 2007. Sebaliknya perusahaan yang kinerjanya tidak balk seperti PT. Sarasa Nugraha dan PT. Charoen Phokpan tidak layak untuk di akuisisi 'arena sangat buruk yang akan membebani perusahaan pengakuisisi.
DAFTAR PUSTAKA
Bodie, Kane, Marcus,: /NVESTMENTS,McGrawHill, Irwin 2002
Chung, Kee H,and Pruitt„Stephen W:A Simple Approximation of Tobin's Q,Financial Mangement,Volume 23,number 3,1994
Dencic,Ksenija-Mihajlov,Ognjen Radovic: Problem In Predicting Target Firms At The Undeveloved Capital Markets, Economics and Organizations Vol, 3,no 1,2006
Damodaran,Aswath: Investment Valuation, New York, John Wiley & on,Inc, 1996.
Dillon,William R;GoldStein Matthew,: Multivariate Analysis METHODS AND APPLICATIONS, John Wiley & Son , 1984
ERNST& YOUNG,Mergers & Acquisitions,Back- to- Basic Techniques for the '90s,Second edition,Publish by John Wiley & Son Inc, 1994
Go Marcel, M.S IAKUISISIBISNIS, Jakarta, Rineka Cipta ,1992
Kim, Keeho,Henderson,Glen V,and Garrison,Sharon H:Examination of Tobin's Q for Takeover Firm , Quarterly Journal of Bussiness and Economics,Volume 32,number 1, 1993.
Lee,Anna Meador, Pamela H.Church ,L.Gayle Rayburn,: Development of Prediction Models For Horizontal And Vertical Mergers, Journal of Financial And Strategis decisions,Volume 9 no:1 spring 1996.

Rock, Milton,' ,Editor In Chief : "THEMERGERS&ACQUISITIONS HAND BOOK"Mc GrawHill Book Company.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar