Sabtu, 06 November 2010

ACCOUNTING FOR CHANGING PRICE
General Versus SpecificPrice Indexes
General price index
General price index dikembangkan dengan mengambil harga dari “keranjang” barang dan merata-ratakan mereka pada waktu tertentu. Perata-rataan ini lalu dibandingkan dengan rata-rata harga dari barang yang sama pada periode dasar yang sama. Jadi, kita bisa mengestimasiangka dari inflasi atau deflasi.
Contoh :
Development of a General Price Index
Item
2000
1995
Change
Change (%)
Margarine (16 oz.)
1.13
0.95
+ 0.18
+19
Aluminium foil (25 ft.roll
1.70
1.85
- 0.15
-08
Milk (half gallon)
1.80
1.50
+ 0.30
+20
Chicken (I lb.)
0.90
0.70
+0.20
+ 29
Bread (loaf)
1.25
1.00
+ 0.25
+25
6.78
6.00
0.78
Price index (1995 base year)
113*
100
*100 x (6.78: 6.00) = 113
Specific Price Index
Harga dari barang yang spesifik mungkin saja dipengaruhi oleh perubahan pada general price level. Hal ini mungkin sebagian besar tergantung pada permintaan dan penawaran dari barang itu sendiri. Ketika harga dari sebagian besar barang naik di tahun sekarang, harga dari produk lain turun disebabkan karena perkembangan teknologi.Specific price index menunjukkan perubahan harga dari barang atau jasa yang spesifik sepanjang waktu. Satu cara untuk menentukan harga yang spesifik untuk suatu produk adalah menentukan biaya sekarang dari item tersebut, dimana biaya tersebut adalah biaya pengganti yang seharusnya.Sebagai contoh, biaya dari sebuah gedung mungkin membutuhkan construction index. Banyak indeks-indeks spesifik yang dikeluarkan oleh kelompok-kelompok industry. Sebagai alternative, indeks spesifik mungkin dijadikan net realizable value dari barang tersebut, dimana nilai bersihnya akan diterima jika barang terjual.
Valuation Problems with Changing Prices
Seperti yang disebutkan pendahuluan dari chapter ini, harga-harga diasumsikan stabil di bawah historical cost model. Kekurangan utama dari model ini adalah bagaimana menggabungkan monetary unit dari purchasing power yang berbeda-beda. Karena monetary unit memiliki purchasing power yang berbeda pada waktu yang berbeda, ketika laporan keuangan digabungkan, mengakibatkan distorsi. Contoh :
Mesin A dibeli 5 tahun yang lalu dan mesin B dibeli hari ini, masing-masing seharga 100,000 DM. Saldo dari akun mesin akan menjadi 200,000 DM. Namun, karena satu DM dapat membeli lebih sedikit hari ini daripada yang dapat dilakukan 5 tahun yang lalu, saldo 200,000 DM di akun mesin kurang tepat. Jika diasumsikan mesin didepresiasi dengan 10% per tahun dari 200,000 DM, jadi depresiasi tahunannya adalah 20,000 DM. Angka tersebut digunakan untuk mesin A dan mesin B masing-masing 10,000 DM. Namun, karena DM sekarang dan DM lima tahun yang lalu memiliki purchasing power yang berbeda, jadi perhitungan yang mudah tersebut, angkanya adalah tidak berarti. Hal ini menunjukkan bahwa dua mesin tersebut dibeli pada saat nilai DM yang berbeda. Ketika kita mencoba untuk menyandingkan pendapatan periode dengan bebannya, masalahnya muncul kembali karena beban depresiasi 10,000 DM dari setiap mesin berhubungan dengan purchasing power yang berbeda.
Profesi akuntansimenghadapi masalah dalam perubahan harga untuk beberapa dekade terakhir. Ekonomi Jerman mempunyai tingkat inflasi yang ekstrim pada tahun 1920an setelah perang dunia kedua, peningkatan harga menyebabkan masalah pelaporan keuangan di Amerika Serikat. Sekarang ini, tingkat inflasi berada dalam kisaran sedang (moderate) dalam kebanyakan ekonomi industry, ketika tingkat inflasi tinggi masih umum di Negara berkembang.
Monetary Items
A monetary item adalah cash, asset atau laibilitas lainnya yang akan diterima atau dibayar dalam tingkat monetary unit yang tetap. Contoh dari aset monetary termasuk Accounts Receivable dan Notes Receivable, dan contoh dari monetary liabilities adalah accounts payable dan salaries payable. Dalam Balance 8Sheet telah disesuaikan purchasing power umum dari monetary unit, monetary item yang disajikan dalam jumlah current amount.
Selama periode inflasi, pemegang dari monetary asset mengalami holding loss karena asset seperti itu menunjukkan angka tetap dalam monetary unit, akan mengurangi purchasing power di masa depan.Di sisi lain, seseorang yang memegang monetary liabilities akan mendapat holding dain dari pembayaran liabilitas dalam tingkat monetary unit yang tetap di masa depan yang memiliki purchasing power yang lebih rendah. Keuntungan atau kerugian seperti itu muncul ketika keuntungan atau kerugian monetary dalam income statement telah disesuaikan dengan tingakt perubahan harga yang ada.
Non Monetary Items
Non monetary items tidak menyajikan sebuah klaim untukspecific number of monetary units. Contoh : dalam non monetary unit termasuk inventory, peralatan, tanah, liabilitas untuk garansi, liabilitas untuk dana pension, capital stock dan laba ditahan. Dalam general price level yang telah disesuaikan dengan financial statements, non monetary item disesuaikan dengan perubahan dari purchasing power secara umum.
Constant Monetary Unit Restatement
Constant monetary unit restatement adalah syarat umum untuk menyesuaikan financial statement dalam perubahan di purchasing power dari monetary unit.Di Inggris, akuntan memakai syarat dari purchasing power accounting. Di Amerika, akuntan lebih memilih constant dollar accounting atau general price level accounting.
Exhibit 3.3 Land account in Constant Dollars (C$)
Description
31 Dec 2000
Index = 100
31 Dec 2001
Index = 103
31 Dec 2002
Index = 105
Land (acquired 31 Dec 2000) for cash payment of $500,000
$500,000 (100/100)
C$ 500,000
$500,000 (103/100)
C$ 515,000
$500,000 (105/100)
C$ 525,000
Balance Sheet
Titik permulaan dari proses penyesuaian biasanya dimulai dari Balance Sheet. Langkahnya adalah sebagai berikut :
1.Identifikasi asset dan liabilitas baik monetary maupun nonmonetary
2.Mengembangkan monetary item pada nilai nominal.
3.Menyesuaikan perubahan dalam purchasing power dari nonmonetary asset dan nonmonetary liabilitas dari data akuisisi.
4.Roll forwardsaldo tahun sebelumnya. Jika general price level yang telah disesuaikan, yang disiapkan tahun sebelumnya, semua saldo yang digunakan untuk perbandingan dengan tahun berjalan harus di-roll forward, yang mana diungkapkanpada saat tinggkat harga tahun berjalan.. jika ada 10% inflasi, semua saldo di tahun lalu dikalikan dengan 110%.
Income Statement
Income statement umumnya disesuaikan secara normal setelah balance sheet, sejaka cost of goods sold menggunakan penyesuaian saldo inventori dan beban depresiasi berdasarkan pada penyesuaian property, plant dan equipment. Ide kuncinya adalah julah yang telah disesuaikan dari tingkat harga yang berpengaruh sekarang memunculkan tingkat harga tahun berjalan.
1)Identifikasi dan sesuaikan item menggunakan price index in effectpada tanggal yang diterapkan untuk masing-masing item ketika price index tersebut timbul.
2)Menghitung beban depresiasi berdasarkan historical cost yang telah disesuaikan dari depreciable assets.
3)Sesuaikan item yang diasumsikan muncul berkala sepanjang tahun, seperti penjualan, pembelian, menggunakan index rata-rata tertimbang.
4)Hitung COGS memakai tingkat harga yang disesuaikan untuk awal dan akhir persediaan dihitung ketika penyesuaian di Balance Sheet dan penyesuaian nilai purchase dari langkah yang telah dilakukan.
5)Perhitungkan purchasing power dari keuntungan atau kerugian dari kepemilikan monetary item.
Illustration of Constant Monetary unit Restatement
Exhibith 3.4 Comparative Balance Sheet (Nominal Dollars)
Osaka Corporation
Comparative Balance Sheet
December 31, 2000
2001
2000
Assets
Current:
Cash
Accounts receivable (net of allowance for doubtful accounts)
Inventories (FIFO)
Total Current Assets
Property,plant and equipment:
Land
Building (net of accumulated depreciation)
Equipment (net of accumulated depreciation)
Total Property,plant and equipment
Total Assets
$ 30,000
$ 100,000
$120,000
$250,000
$100,000
$200,000
$130,000
$430,000
$680,000
$10,000
$90,000
$100,000
$200,000
$100,000
$220,000
$120,000
$440,000
$640,000
2001
2000
Liabilities and Stockholders Equity
Liabilities:
Current
Account Payable
Salaries Payable
Total Current liabilities
Bonds payable
Total Liabilities
Stockholders Equity:
Common Stock ( $1 par value, 100,000 shares issued and outstanding
Paid in Capital in excess of par
Retained Earnings
Total Stockholders equity
Total Liabilities and Stockholders equity
$100,000
$50,000
$150,000
$300,000
$450,000
$100,000
$20,000
$110,000
$230,000
$680,000
$50,000
$70,000
$120,000
$300,000
$420,000
$100,000
$20,000
$100,000
$220,000
$640,000
Exhibit 3.5 Income Statement ( Nominal Dollars)
Osaka Corporation
Income Statement
for the year anded december 31, 2001
Revenue$ 530,000
Expenses :
Cost of goods sold$ 360,000
Selling and administrative60,000
Depreciation30,000
Interest30,000
Loss on sale of equipment5,000
Income Taxes15,000$ 500,000
Net Income$ 30,000
Exhibit 3.6 Index of Consumer price at various dates
Date
January 1991 (corporation formed and land purchased)
Average for the year 1992 ( Building constructed)
April 1995 ( Equipment Purchased )
November 1998 ( Equipment Purchased)
October 2000
November 2000
December 2000
Weighted average for 4th quarter 2000 (beg inventory acquired)
Index
100
105
107
115
120
122
125
122.3
Date
Januari 2001
February 2001
March 2001
April 2001
May 2001(equipment purchased)
June 2001 (equipment sale)
July 2001
August 2001
September 2001
October 2001
November 2001
December 2001
Weighted average 2001
Weighted average for 4th quarter 2001 (ending inventory acquired)
Index
130
132
134
135
136
138
139
141
144
146
148
150
139.4
148
Exhibith 3.7Restatement of Balance Sheet to Constant Dollars
Osaka Corporation
Restatement of
Balance Sheet from Nominal to Constant Dollars
December 31, 2001
Nominal Dollars
Ratio
Constant Dollars
Assets
Current:
Cash
Accounts receivable (net of allowance for doubtful accounts)
Inventories (FIFO)
Total Current Assets
Property,plant and equipment:
Land
Building (net of accumulated depreciation)
Equipment (net of accumulated depreciation)
1995 purchased
1998 purchased
2001 purchased
Total Property,plant and equipment
Total Assets
$ 30,000
$ 100,000
$ 120,000
$ 250,000
$ 100,000
$ 200,000
$ 76,000
$ 25,000
$ 29,000
$ 430,000
$680,000
150/150
150/150
Exhibit 3.9
150/100
150/105
150/107
150/115
150/136
C$ 30,000
100,000
121,622
C$ 251,622
C$ 150,000
285,714
106,542
32,609
31,985
C$ 606,850
C$ 858,472
Nominal Dollars
Ratio
Constant Dollars
Liabilities and Stockholders Equity
Liabilities:
Current
Account Payable
Salaries Payable
Total Current liabilities
Bonds payable
Total Liabilities
Stockholders Equity:
Common Stock ( $1 par value, 100,000 shares issued and outstanding)
Paid in Capital in excess of par
Retained Earnings
Total Stockholders equity
Total Liabilities and Stockholders equity
$100,000
$50,000
$150,000
$300,000
$450,000
$100,000
$20,000
$110,000
$230,000
$680,000
150/150
150/150
150/150
150/100
150/100
balancing
C$100,000
C$50,000
C$150,000
C$300,000
C$450,000
C$150,000
C$30,000
C$228,472
C$408,472
C$858,472
Item with the specific date
Peralatan yang dibeli tahun 1995 dengan biaya perolehan $15,000 dan akumulasi depresiasi ( pada tanggal penjualan) adalah $5,000 yang dijual bulan Juni 2001 seharga $5,000. Kerugian atas penjualan peralatan dinyatakan sebagai berikut:
Exhibit 3.8 Restatement of Income Statement to Constant Dollars
Osaka Corporation
Restatement of Income Statement from Nominal to Constant Dollars
for the year anded december 31, 2001
Nominal Dollars
Ratio
Constant Dollars
Revenue
Expenses :
Cost of goods sold
Selling and administrative
Depreciation
1992 building acquisition
1995 acquisition
1997 acquisition
2000 acquisition
Interest
Loss on sale of equipment
Income Taxes
Total expenses
Income (loss before purchasing power gain or loss)
Purchasing power gain or net monetary position
Net Income
$ 530,000
$360,000
60,000
20,000
4,000
5,000
1,000
30,000
5,000
15,000
$500,000
$30,000
150/139.4
Exhibit 3.9
150/139.4
150/105
150/107
150/115
150/136
150/139.4
See text
150/139.4
Exhibit3.10
C$ 570,301
C$ 409,922
C$ 64,562
28,571
5,607
6,522
1,103
32,281
8,584
16,141
C$ 573,293
(2,992)
63,231
C$ 60,239
Selling price: $5,000 X (150:138)C$5,435
Less: Book value ($15,000 - $5,000) X (150:107)14,019
Constant dollar loss on saleC$ 8,584
Purchasing Power Gain or Loss
Purchasing power gain or loss muncul dari menahan monetary item selama ketika kekuatan kekuatan membeli umu dari monetary unit berubah. Exhibit 3.10 menampilkan perhitungan purchasing power gain pada kasus ini. Osaka Coporation membayar $20,000 dividend pada akhir tahun 2001.
Osaka Corporation mempunyai Purchasing power gain tahun 2001 karena perusahaan ini mempunyai hutang lebih besar dari piutangnya selama periode inflasi. Hal ini bearti perusahaan membayar hutang dengan tingkat dolar yang lebih rendah. Perhitungan gainnya adalah seabagai berikut:
1.Menentukan posisi net monetary pada awal tahun.
2.Menganalisis semua transaksi yang mempengaruhi monetary item dan menyesuaikan setiap transaksi tersebut menggunakan index yang sesuai, contohnya: ketika penjualan naik, hal ini akan menyebabkan kenaikan pada cash dan piutang dagang yang menyebabkan monetary asset naik.
3.Menambah atau mengurangi jumlah yang disesuaikan untuk mencapai Constant Dollar net monetary position.
4.Perbedaan antara net monetary position di akhir tahun secara nominal dan Constant Dollar adalah terletak pada purchasing power gain/lossnya.
Exhibit 3.9 Restatement of Cost of Goods Sold to Constant Dollars
Osaka Corporation
Restatement of Cost of Goods Sold from Nominal to Constant Dollars
For The Year Ended December 31, 2001
Beginning Inventories
Purchases
Goods available for sale
Ending Inventory
Cost of Goods Sold
Nominal Dollars
$ 100,000
380,000
480,000
(120,000)
$360,000
Ratio
150/122.3
150/139.4
150/148.0
Constant Dollars
C$ 122,649
408,895
C$ 531,544
(121,622)
C$ 409,922
Osaka Corporation
Calculation of Purchasing Power Gain or Loss
For The Year Ended December 31, 2001
Nominal Dollars
Ratio
Constant Dollar
Net monetary pisition, Jan 1, 2001
Increases in net monetary assets from:
Sales
Sale of equipment
Decrease in net monetary asset from:
Purchase of inventories
Selling and administrative expenses
Interest expense
Income taxes
Dividend Payments
Equipment Purchase
Net monetary position, Dec 31, 2001
Less: nominal-dollars net monetary position, Dec 31, 2001
Purchasingpower gain
$(320,000)*
$530,000
5,000
535,000
380,000
60,000
30,000
15,000
20,000
30,000
535,000
(320.000)
150/125
150/139.4
See text
150/139.4
150/139.4
150/139.4
150/139.4
150/150.0
150/136.0
C$ (384,000)
570,301
5,435
575,736
C$ 408,895
64,562
32,281
16,141
20,000
33,088
574,967
C$ (383,231)
(320,000)
C$ 63,231
*Monetary assets:
cash and account receivable(net)$ 100,000
Monetary liabilities:
account payable, salaries payable, and bonds payable(420,000)
Net monetary position$(320,000)
Evaluation of Constant Monetary Unit Accounting
Constant monetary unit accounting menyajikan informasi mengenai perbandingan efek inflasi antar perusahaan. Namun akibat inflasi berbeda-beda tiap perusahaan. Akibat dari inflasi pada perusahaan adalah fungsi dari penggabungan aset – aset dan liabilitas – liabilitasnya. Struktur hutang perusahaan yang tinggi akan mengakibatkan monetary gain naik selama periode inflasi.
Constant monetary unit financial statement dirancang untuk menyajikan informasi mengenai current price dari barang dan jasa yangspesifik. Jenis informasi ini disediakan dengan menggunakan current value accounting.
Constant monetary unit accounting secara umum digunakan di Amerika Selatan selama bertahun – tahun. Namun yang menjadi tren umum adalah munculnya pendekatan current value. Contoh: Argentina dulunya menggunakan penyesuai price level. Resolusi sekarang membutuhkan penggunaan current value accounting sejak awal 1 Januari 1993.
Exhibit 3.11 berisi tentang catatan dari laporan tahunan 1997 dari perusahaan Telefonos de Mexico SA de C.V. yang disesuaikan penyesuaian inflasi.
Current Value Accounting
Sinonim dari istilah current value accounting dan current cost accounting termasuk semua penilaian dirancang untuk mengungkapkan harga yang spesifik. Nilai berjalan dari financial statement menampilkan efek dari perubahan harga individual item. Cash dan accounts receivable umumnya dinyatakan pada nilai cash atau cash and cash equivalent. Other asset disesuaikan (jika perlu) untuk menimbulkan current value-nya.Dalam beberapa kasus khususnya untuk PPE item, indeks harga spesifik diperkirakan mencapai current value dari barang tersebut yang mungkin dipakai.Alternatifnya, independent market appraisal atau assignement of current value dari dewan direksi mungkin digunakan. Kebanyakan current liabilities disajikan pada nilai nominal. Long term membutuhkan perhitungan present value. Kelebihan dari current value of assetdari current value liability sama dengan stockholder equity. Nilai dalam income statement diperkirakan pada current valuenya.
Perhitungan Harga input vs Harga output
Terdapat 2 perbedaan pendekatan dalam perhitungan current value : perhitungan harga input dan perhitungan harga output. Perhitungan harga input menghasilkan current value dari sebuah item berdasarkan replacement cost nya, sedangkan perhitungan harga output berdasarkan current value dari sebuah item yang nilainyasama dengan net relizable value.
Patrice Ltd. Membeli sebuah gedung 5 tahun yang lalu dengan harga $500,000. Informasi yang berhubungan dengan kasus diatas, jika Patrice menjual gedung itu sekarang adalah :
Selling price$610,000
Property company’s sales commission39,500
Legal fees10,000
Taxes and other costs30,350
Net Realizable Value dari gedung tersebut adalah $ 610,000 – ($39,500 + $10,000 + $ 30,350) = $ 530,000
Kelanjutan dari kasus diatas, pada kasus ini Patrice diasumsikan ingin membeli gedung dengan gedung yang memilki fungsi yang sama maka, perhitungan replacement costnya adalah sebagai berikut :
Purchase price $ 650,000
Title search, title insurance,registration, etc.5,000
Legal fees5,000
Other cost5000
Replacement cost dari gedung tersebut adalah $ 650,000 + $5,000 + $6,000 + $3,000 = $ 664,000
Realized and Unrealized (holding) Gain or Losses
Unrealized holding gain or loss muncul karena menahan asset. Hal ini merupakan perbedaan antara perubahan dari current value dari item selama periode tertentu. Current value seperti yang telah disebutkan sebelumnya berdasarkan pada harga input atau perhitungan harga output. Realized gain or loss muncul ketika sebuah item dibuang pada harga yang berbeda dari pencatatan net value on the disposal pada tanggal tersebut.
Contoh:
Sebuah gedung yang dibeli dari Armstrong Company pada 1 Januari 2000 pada awal periode fiscal dengan harga $1,000,000. Selama tahun itu, index untuk biaya konstruksi naik 8%. Armstrong Company menggunakan Current Value Accounting. Menggunakan index biaya konstruksi, nilai sekarang dari gedug tersebut disesuaikan menjadi $1,080,000 pada tanggal 31 December 2000. Hal ini menyebabkan adanya holding atau unrealized gain sebesar $80,000 untuk Armstrong selama tahun 2000.
Tidak ada persetujuan umum mengenai apakah yang harus disajikan dalam laporan laba/rugi atau langsung disajikan ke neraca. Kebanyakan model dari Current Value accounting menyajikan unrealized holding gain/loss tersebut dalam income statement. Kita akan mengikuti pendekatan ini.
Gearing Adjustment
Gearing adjustment disajikan di laporan laba/rugi dan berhubungan dengan efek inflasi. Gearing adjustment ini dibuat untuk mengakui apakah perlu untuk membuat penyesuaian current cost untuk operating asset yang dibiayai oleh kreditor. Pada saat inflasi ketika rata – rata pinjaman dari rata –rata asset, maka pemegang saham berada dalam posisi yang aman. Sebaliknya pada saat deflasi gearing adjustment memiliki efek yang berlawanan pada laba yang dilaporkan. Rumus dari gearing adjustment adalah
Gearing Adjustment
=
Average borrowing
x
Total Current Value Adjustment made (for COGS, depreciation, etc.)
Average Operating Assets
Contoh:
Current cost profit excluding interest and income tax expenses$ 300,000
Interest expenses45,000
Average borrowing500,000
Average operating assets2,000,000
Penyesuaian Curretn Value pada beban:
Description
Historical amount
Current value
Adjustment
Cost of goods sold
$ 1,160,000
$ 1,200,000
$ 40,000
Depreciation
170,000
190,000
20,000
Total
$1,330,000
1,390,000
60,000
Gearing adjustment
=
$500,000
X
$ 60,000
=
$ 15,000
$2,000,000
Avila company berada dalam kondisi ekonomi infalsi. Rata –rata pinjamannya melebihi rata – rata monetary assetnya. Akibat dari gearing adjustment pada laba dari Avila Company adalah sebagai berikut:
Current Cost profit before interest expense$ 300,000
Less: interest expenses45,000
255,000
Add: gearing adjustment15,000
Profit attributable to stockholders before income tax expenses270,000
Evaluation of Current value Accounting
Walaupun current value accounting bisa menyajikan informasi yang relevan pada tingkat inflasi, beberapa argument yang menentang hal ini, alasannyaa sebagai berikut:
1.Penerapan current cost secara inherent bersifat subjektif.
2.Current cost sulit atau tidak mungkin untuk ditemui di kasus – kasus yang melibatkan produk – produk yang tidak umum untuk dijual
3.Purchasing power gain or loss sering tidak diakui di current value model
4.Bagaimana seharusnya holding gain or loss diperlakukan? Apakah holding gain or loss muncul dalam laporan laba/rugi atau langsung dimasukan di stockholder equity di neraca. Perlakuan yang dipilih memiliki efek signifikan pada laba perusahaan tercatat. Tidak ada persetujuan mengenai perlakuan holding gain or loss.
Banyak perusahaan menyajikan historical cost dengan optional current value revaluation. Sangat sedikit perusahaan yang menggunakan current cost accounting.
IASC and Inflation Accounting
IASC menemukan bahwa terdapat sekelompok perbedaan pemikiran mengenai akuntansi inflasi. Pada tahun 1981, diterbitkan IAS 15, yang menyarankan bahwa informasi berikut harus diungkapkan oleh perusahaan – perusahaan umum yang besar:
1.Jumlah penyesuaian atau jumlah depresiasi property, plant, and equipment yang disesuaikan.
2.Jumlah penyesuaian atau jumlah COGS yang disesuaikan.
3.Jumlah penyesuaian terhadap monetary unit.
4.Efek keseluruhan dari laba.
5.Current cost dari property, plant, and equipment dan inventory jika current cost method digunakan.
6.Metode yang digunakan untuk menghitung informasi sebelumnya harus sama dengan jenis indeks yang digunakan.
IASC telah menerbitkan IAS 29, “Financial Reporting in Hyperinflationary Economies” di 1989. IAS menginginkan laporan keuangan dari perusahaan dalam mata uang yang berekonomi hyperinflationary dinyatakan pada tanggal neraca untuk perubahan purchasing power yang umum. Hal ini menerapkan apakah pernyataan ini disajikan historical cost atau current value.
Walaupun IAS 29 tidak mengindikasikan specific rate yang mencirikan hyperinflationary economy, berikut pedoman – pedomannya:
1.Banyak populasi yang lebih memilih nonmonetary asset atau mata uang asing yang stabil daripada mata uang local.
2.Penjualan dan pembelian secara kredit mengindikasikan jumlah untuk kerugian yang diperkirakan dari purchasing power bahkan dari hutang jangka pendek tertentu.
3.Interest rate harga dan upah disesuaikan ke price index.
4.Kumulatif inflation rate untuk 3 tahun adalah pendekatan yang dipilih atau melebihi 100%.
IAS 29 menerapkan primary financial statement. Gain or loss dari net monetary position seharusnya dimasukan di dalam net income dan diungkapkan secara terpisah.
Sumber:
Iqbal,Zafar: International Accounting ,Global Perspective, second edition,MacGraw-Hill

Tidak ada komentar:

Posting Komentar